Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi
Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi
Konsep Lokasi Dalam Bauran Pemasaran
Salah satu elemen tempat (place) yang
masuk dalam 7P Marketing mix bukan hanya diartikan sebagai tempat dimana usaha
dijalankan, namun lebih luas lagi dimana “place” tersebut merupakan segala kegiatan
penyaluran produk berupa barang ataupun jasa dari produsen ke
konsumen (distribusi). Memilih lokasi yang tepat dan strategis
adalah hal penting dalam strategi pemasaran. Seperti, toko roti Holland Bakery
yang lebih memilih membuka toko di pinggir jalan keramaian, dibandingkan di
dalam mall. Hal tersebut merupakan strategi pemasaran Holland Bakery dalam
membidik pelanggan potensialnya. Dengan adanya hal tersebut, Anda perlu
mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk mendapatkan pelanggan yang sesuai
dengan target penjualan.
Kriteria Daerah Kinerja Yang Positif Untuk Pemasaran
Pemilihan saluran distribusi secara tepat memang
harus dilakukan sejak dalam rencana, untuk mendapatkan hasil yang akurat
biasanya para pemasar akan melakukan survey ataupun riset terlebih dahulu.
Beberapa bahan pertimbangan yang bisa dijadikan acuan untuk pemilihan saluran
disitribusi ini misalnya sifat pembeli, sifat produk, sifat perantara, sifat
pesaing dan lain sebagainya. Sifat pembeli merupakan salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang
dipakai. Sifat-sifat tersebut bisa berupa perilaku para konsumen dalam
mendapatkan produk, bagaimana kebiasaan belanjanya, frekuensi pembelian, letak
geografisnya, dan lain-lain. Dari sifat pembeli yang berbeda tentu perusahaan
akan mementukan saluran distribusi yang berbeda. Menentukan saluran distribusi
produk sejak awal memang sangat penting. Dengan memperhatikan berbagai sifat
dan karakteristik konsumen, produk, perantara, lingkungan dan yang lainnya,
tentu akan bisa mendapatkan saluran distribusi yang tepat dan efektif.
Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegiatan Pemasaran
Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) adalah upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja
dan orang lainnya di tempat kerja/perusahaan selalu dalam keadaan selamat dan
sehat, serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan
efisien. Setiap perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) dalam kegiatan usahanya. K3 memberikan perlindungan bagi kesehatan dan
keselamatan kerja tenaga kerja, yaitu dengan cara mencegah terjadinya
kecelakaan dan sakit akibat kerja.
Syarat-syarat
Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam
Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada
pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja
di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :
1. Mencegah &
mengurangi kecelakaan kerja.
2.
Mencegah, mengurangi & memadamkan
kebakaran.
3.
Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
4.
Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
5.
Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6.
Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga
kerja.
7.
Mencegah & mengendalikan timbulnya
penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan
& getaran.
8.
Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat
Kerja (PAK) dan keracunan.
9.
Penerangan yang cukup dan sesuai.
10. Suhu dan kelembaban
udara yang baik.
11. Menyediakan
ventilasi yang cukup.
12. Memelihara
kebersihan, kesehatan & ketertiban.
13. Keserasian tenaga
kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
14. Mengamankan & memperlancar
pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
15. Mengamankan &
memelihara segala jenis bangunan.
16. Mengamankan &
memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang.
17. Mencegah tekena
aliran listrik berbahaya.
18. Menyesuaikan &
menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.
Konsep Dan Kegunaan Saluran Distribusi
Distribusi
adalah penyaluran (pembagian, pengiriman) kepada beberapa orang atau ke
beberapa tempat. Dalam bidang perdagangan sendiri, objek yang disalurkan
sendiri berbentuk barang. Penyaluran tersebut disebut dengan saluran distribusi
atau disebut juga dengan saluran pemasaran, yang memiliki arti sebuah jalur
atau rute yang telah ditentukan perusahaan/produsen untuk memberikan barang
atau layanannya kepada pelanggan/konsumen. Sebuah rute dapat terjadi sesingkat
interaksi langsung antara konsumen dan produsen, tetapi bisa juga panjang dan/atau
mencakup beberapa perantara yang saling berhubungan, seperti grosir,
distributor, pengecer, dan lain-lain. Oleh karena itu, dapat dipahami juga
saluran distribusi adalah sekumpulan perantara yang saling bergantung dan
membantu membuat produk tersedia bagi konsumen akhir. Kegunaan utama saluran
pemasaran adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen atau dari
perusahaan kepada pelanggan. Selain itu, kegunaan lain dari saluran distribusi
adalah:
- Information adalah
mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk
merencanakan dan membantu pertukaran.
- Promotion adalah
pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang
ditawarkan.
- Negotiation adalah mencoba
untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan
perpindahan hak kepemilikan.
- Ordering adalah
pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.
- Payment adalah pembeli
membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan
lainnya.
- Title adalah
perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada
organisasi atau orang lain.
- Physical Possession adalah
mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya
sampai ke konsumen akhir.
- Financing adalah
meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran
pemasaran.
- Risk Taking adalah menanggung
risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.
Tipe-Tipe
Distribusi
Saluran
distribusi ternyata memiliki berbagai tipe, berikut merupakan tipe-tipe dari
distribusi :
1. Distribusi Dari Produsen Ke Konsumen
Jenis distribusi dari produsen ke konsumen adalah jenis saluran
distribusi yang paling pendek dan sederhana karena tanpa ada perantara di dalamnya.
Seringkali, produsen akan menjual barang atau jasanya kepada konsumen dengan
mendatangi langsung ke rumah konsumen. Itulah mengapa, jenis saluran ini
sering disebut dengan alur distribusi langsung.
2. Distribusi Dari Produsen Ke Pengecer Ke Konsumen
Di jenis distribusi ini,
produsen hanya berperan sebagai pihak yang melayani penjualan besar dan
melakukan distribusi ke para pedagang pengecer sehingga mereka tidak melayani
penjualan pada konsumen akhir.
3. Distribusi Dari Produsen Ke
Pedagang Besar Ke Pengecer Ke Konsumen
Sistem
ini mirip dengan jenis saluran distribusi yang telah dibahas sebelumnya, namun
kini produsen hanya melayani penjualan dengan skala besar kepada pedagang besar
saja dan tidak menjualkan produk atau jasanya pada kepada pengecer seperti
jenis distribusi di poin kedua.
4. Distribusi Dari Produsen Ke Agen
Ke Pengecer Ke Konsumen
Jenis saluran yang satu ini, produsen memilih menjualkan produknya
kepada agen sebagai penyalur. Kegiatan perdagangan besar dalam proses penjualan
oleh produsen hanya dilakukan kepada para agen saja dimana kemudian, agen akan
melakukan penjualan kepada pengecer besar.
5.
Produsen Ke Agen Ke Pedagang Besar Ke Pengecer Ke Konsumen
Jenis
yang satu ini layaknya kombinasi dari jenis saluran distribusi sebelumnya.
Produsen akan menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan produk dan
jasa kepada pedagang besar.
Evaluasi
Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi
Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang
sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran
pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka
melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya
mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka.
Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut
harus merancang produk dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat
agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya
produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :
a.
Produsen harus
menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih
perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena
itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga
komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan
tepat.
b.
Produsen harus
menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi
produsen.
c.
Produsen harus
memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan
kepada pembeli.
d.
Produsen harus
memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif.
Beberpa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain : 1) Konsesi
harga, misalnya : potongan harga, potongan tunai. 2) Bantuan keuangan, misalnya
: pembelian secara kredit. 3) Proteksi, misalnya : proteksi harga, proteksi
keuangan.
Manajemen
Konflik Dalam Saluran Distribusi
Channel
conflict atau konflik saluran
adalah perselisihan atau ketidaksepakatan di antara perusahaan anggota
dalam saluran distribusi tertentu mengenai
peran dan tujuan distribusi. Konflik saluran berpotensi terjadi pada titik
mana saja dalam saluran distribusi. Misalnya, mungkin ada konflik tujuan atau
peran di antara banyak perusahaan di tingkat distribusi yang sama, misalnya
antara dua pengecer, atau pada tingkat saluran distribusi yang berbeda,
misalnya antara grosir dan pengecer. Yang pertama dikenal dengan konflik
horizontal sedangkan yang kedua dikenal dengan konflik vertikal.
Sumber
konflik saluran
horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu
pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang
wilayah penjualan mereka. Konflik vertikal terjadi antara pengecer
dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik
dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru. Sumber umum lainnya konflik
saluran adalah ketika saluran distribusi tradisional menjadi semakin ditantang
oleh saluran distribusi alternatif yang baru. Contohnya adalah antara saluran
online dan saluran konvensional. Konflik semacam itu mungkin akan mengganggu
penjualan perusahaan. Oleh karena itu, konflik saluran perlu ditangani dengan
cepat untuk menghindari kekecewaan dan ketidakpuasan dengan insentif untuk
mendistribusikan penawaran perusahaan.
Dampak
konflik saluran, manajemen perlu menyadari bahwa konflik saluran tidak hanya
dapat merusak sebagian sistem distribusi perusahaan tetapi juga terhadap sistem
distribusi secara keseluruhan. Secara spesifik, konflik saluran dapat
membahayakan distribusi penawaran perusahaan yang efektif dan efisien kepada
pelanggan saat ini. Misalnya, pelanggan dapat bingung tentang apa yang
diharapkan dalam hal pedoman pra-penjualan atau dukungan purna jual dari
distributor yang berbeda dari produk perusahaan.
Komentar
Posting Komentar