Bauran Pemasaran

 

Bauran Pemasaran

Pengertian Bauran Pemasaran Produk

Bauran produk (product mix) adalah perpaduan atau rangkaian dari semua lini produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan kepada konsumen. Bauran produk (produk mix) terdiri atas semua lini produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan atau penjual, dengan kata lain lini produk adalah bagian dari bauran produk. Bauran produk (produk mix) memiliki 4 dimensi yaitu : Widht (kelebaran), Leght (kepanjangan), Depth (kedalaman) dan Consistency (konsistensi).

1.    Width (Kelebaran Bauran Produk), kelebaran bauran produk berhubungan dengan berapa banyak lini produk yang ditangani oleh perusahaan, sebagai contoh jika sebuah perusahaan memiliki 5 lini produk, maka kelebar bauran produknya adalah 5

2.   Leght (Kepanjangan Bauran Produk), kepanjangan bauran produk mengacu pada keseluruhan jumlah item (produk) dalam bauran itu sendiri, sebagai contoh jika perusahaan memiliki 3 lini produksi dan 4 cabang untuk setiaplininya maka Kepanjangan Bauran Produknya adalah 12

3.    Depth (Kedalaman Bauran Produk), kedalaman produk mengarah pada seberapa banyak variasi dalam setiap produk. Variasi tersebut dapat berupa rasa, ukuran dan berbagai hal yang membedakan lainya contohnya jika sebuah perusahaan memproduksi sabun cuci tangan dengan 3 ukuran yang berbeda dan memiliki 3 varian rasa maka kedalamanya adalah 9

4.     Consistency (Konsistensi Bauran Produk), konsistensi bauran produk berhubungan dengan seberapa erat hubungan antar berbagai lini produk dalam ketentuan produksi, saluran distribusi, penggunaan akhir, dan lain-lain contohnya suatu perusahaan mungkin dapat memproduksi produk fashion (baju, celana, hijab, dll) dan  perusahaan kain meteran, dimana keduannya saling berhubungan satu sama lain.

Jenis-Jenis Produk

1.    Produk Konsumsi

Yaitu salah satu jenis produk yang digunakan oleh konsumen tingkat akhir, jadi konsumen membeli lalu digunakan langsung sehingga tidak dijual kembali. Secara umum produk yang sering di konsumsi masyarakat digolongkan menjadi tiga bagian diantaranya ialah :

  • Produk kebutuhan sehari-hari.
  • Produk belanjaan.
  • Produk khusus.

2.    Produk Industri

Yakni sebuah produk yang dibeli oleh produsen atau perusahaan, yang nantinya akan dijual kembali atau digunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi sehingga menghasilkan barang lain. Jadi intinya barang atau produk industri digunakan untuk proses produksi, diantaranya yaitu seperti berikut :

  • Materials and parts “bahan baku dan suku cadang”
  • Capital items “barang modal”
  • Supplies and services “perlengkapan dan layanan bisnis”

Strategi Pemasaran Produk

Bauran pemasaran suatu produk terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” berikut adalah strategi pemasaran produk yang dapat dilakukan antara lain:

·         Produk (Product), kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas, desain. fitur, nama merek,  dan kemasan

·         Harga (Price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit

·         Tempat (Place), kegiatan perusahaan yang dilakukan untuk membuat produk yang tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistic

·         Promosi (Promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.

Pengertian Bauran Pemasaran Jasa

Bauran pemasaran jasa merupakan unsur-unsur pemasaran yang saling terkait, dibaurkan, diorganisasi dan digunakan dengan tepat, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan pemasaran yang efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Ada terdapat 7P konsep dalam bauran pemasaran jasa antara lain:

1.    Product (Produk)

Produk diartikan sebagai sebuah konsep keseluruhan atas obyek serta proses yang memberikan berbagai nilai bagi para pelanggan. Lalu produk memiliki arti kombinasi “barang atau jasa” yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran.

2.    Price (Harga)

Harga dapat menjadi salah satu penentu dalam keputusan pembelian pelanggan, namun dalam penentuan harga suatu perusahaan atau restoran harus memperhatikan kesesuaiannya dengan produk. Harga adalah salah satu indikator yang dipakai sebagai pertimbangan dalam memilih suatu produk oleh pelanggan dimana harga mampu merebut hati para pelanggan dan calon pelanggan dalam mengambil suatu keputusan.

3.    Place (Tempat)

Place merupakan aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran Pada pemasaran, saluran distribusi merupakan suatu keputusan paling kritis, karena akan mempengaruhi keputusan pemasaran lainnya. Place merupakan komponen yang penting, karena walaupun perusahaan memiliki produk yang baik serta harga yang terjangkau namun lokasinya sulit untuk diakses pelanggan hal ini dirasa percuma.

4.    Promotion (Promosi)

Promosi yaitu aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. enam poin yang wajib diperhatikan tentang bauran promosi: 1) Iklan (Advertising) 2) Penjualan Perorangan (Personel Selling) 3) Promosi Penjualan (Sales Promotion) 4) Hubungan Masyarakat (Public Relation0) 5) Informasi Mulut ke Mulut (Word of Mouth) 6) Surat Pemberitahuan Secara Langsung (Direct Marketing).

5.    People (Orang)

Dalam pemasaran jasa, 0rang yang berfungsi sebagai penyedia jasa sangat mempengaruhi kua1itas jasa yang diberikan. 0rang berhubungan dengan seleksi, pelatihan, motifasi dan MSDM, untuk mencapai kualitas terbaik maka pegawai harus dilatih. Jadi orang merupakan sumber daya manusia dalm memasarkan produk dan jasa yang dapat mempengaruhi keberhasilan memasarkan produk maupun jasa.

6.    Process (Proses)

Proces diartikan seluruh prosedur, mekanisme serta kebiasaan sebuah jasa diciptakan dan disampaikan ke pelanggan, termasuk keputusan kebijakan mengenai beberapa keterlibatan pelanggan dan persoalan keleluassaan karyawan. Selanjutnya proses merupakan suatu sistem yang mendukung pengiriman layanan kepada konsumen untuk meningkatkan tingkat kepuasan konsumen sehingga diharapkan akan melampaui harapan konsumen terhadap layanan yang diberikan.

7.    Physical Evidence (Bukti Fisik)

Penampakan bukti fisik biasanya bisa memperkuat keberadaan usaha ataupun perusahaan. Memberikan pengertian bukti fisik sebagai sebuah lingkungan fisik tempat dimana jasa diciptakan serta langsung bisa berinteraksi dengan para konsumen. Jenis bukti fisik yaitu:

·         Bukti Penting (Essential Evidence) Bukti penting ini berisi tentang keputusan yang telah diciptakan pemberi jasa mengenai desain dan tata letak (layout) dari bangunan, ruang dan lain sebagainya.

·         Bukti Pendukung (Pheriperal Evidence) Yaitu diartikan sebagai pelengkap yang tidak memiliki arti apabila berdiri sendiri, dan hanya berfungsi sebagai pelengkap.

 

Jenis-Jenis Pemasaran Jasa

1.    Segmen pasar 
Berdasarkan pada segmen pasar, jasa dapat dibedakan menjadi jasa kepada konsumen akhir (misalnya asuransi jiwa dan pendidikan) dan jasa kepada organisasi misalnya jasa akuntansi dan perpajakan, jasa konsultasi manajemen dan jasa konsultan hukum.

2.    Tingkat Keberwujudan 
Kriteria ini berhubungan dengan tingkat keterlibatan produk fisik dengan konsumen. Berdasarkan kriteria tersebut jasa dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut:

·         Rented goods service : Dalam jenis ini konsumen hanya menyewa dan menggunakan produk-produk tertentu, berdasarkan tarif tertentu dan selama jangka waktu tertentu. Misalnya penyewaan mobil, VCD, hotel, villa, apartemen, dll.

·         Owned goods service : Barang-barang yang dimiliki konsumen direparasi, dikembangkan atau ditingkatkan, dan dipelihara oleh perusahaan jasa. Jenis ini juga menyangkut perubahan bentuk barang yang dimiliki oleh konsumen. Contohnya jasa reparasi (arloji, sepeda motor, komputer, pencucian mobil, perawatan, rumput lapangan golf, laundri, dll) .

·         Non goods service : Jasa ini adalah jasa personal bersifat intangible yang ditawarkan pada konsumen. Misalnya supir, pengasuh bayi, dosen, tutor, pemandu wisata, ahli kecantikan, dan lain-lain.

3.    Keterampilan Penyedia Jasa 

Berdasarkan tingkat keterampilan jasa terdiri dari jasa profesional (misalnya konsultan manajemen, konsultan pajak, konsultan hukum, dokter, perawat, arsitek, dan lain-lain) yang memiliki pelanggan yang selektif dan jasa non-profesional (misalnya supir taksi dan security).

 

Strategi Pemasaran Jasa

Strategi pemasaran merupakan rencana keseluruhan pada bisnis untuk mengubah calon konsumen potensial menjadi konsumen yang menikmati produk dari pemasaran itu sendiri. dalam pasar sasaran terpilih yaitu sebagai berikut:

a.      Rantai Laba-Jasa 

Dalam bisnis jasa, pelanggan dan karyawan jasa lini depan berinteraksi untuk menciptakan jasa. Hasilnya, interaksi efektif bergantung pada keahlian karyawan jasa lini depan dan proses pendukung yang menyokong karyawan-karyawan ini. Oleh karena itu perusahaan jasa harus memusatkan perhatian pada keduanya, pelanggan dan karyawan, agar berhasil. Perusahaan jasa memahami rantai laba-rugi (service-profit chain), yang menghubungkan laba perusahaan jasa dengan karyawan dan kepuasan pelanggan.

b.      Mengelola Diferensiasi Jasa 
Perusahaan jasa bisa mendiferensiasikan hantaran jasa mereka dengan memiliki orang yang berhubungan langsung dengan pelanggan yang lebih mampu dan dapat dihandalkan, melalui pengembangan lingkungan fisik yang baik dimana produk jasa dihantarkan atau dengan merancang proses penghantaran yang baik.

c.      Mengelola Kualitas Jasa 
Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan dirinya dengan menghantarkan kualitas yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan pesaingnya, dimana penyedia jasa harus mengidentifikasi apa yang diharapkan pelanggan sasaran terhadap kualitas jasa.

d.      Mengelola Produktivitas Jasa 
Dengan biaya yang meningkat cepat, perusahaan jasa mendapat tekanan besar untuk meningkatkan produktivitas jasa. Hal ini dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti melatih karyawan lama dengan lebih baik atau mempekerjakan karyawan baru yang akan bekerja lebih keras atau lebih terampil, meningkatkan kuantitas jasa mereka dengan mengurangi sejumlah kualitas jasa, juga dapat mengindustrialisasi jasa dengan menambahkan perlengkapan dan menetapkan standar produksi, dan yang terakhir, penyedia jasa bisa mempergunakan kekuatan teknologi

 

Studi Kasus

ANALISIS PEMASARAN KOPI DI KECAMATAN BERMANI ULU RAYA KABUPATEN REJANG LEBONG

Oleh Sri Sugiarti Tahun 2010

 

               Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari sistem pemasaran kopi dan menganalisisnya margin pemasaran di kabupaten Bermani Ulu Raya. Dari tujuan tersebut, pemasaran struktur dan perilaku pasar yang mencerminkan efisiensi pemasaran kopi di Bermani Ulu Kabupaten Raya bisa diperiksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran kopi di PT Bermani Ulu Raya tidak efisien yang ditunjukkan dengan margin saham yang kecil dan besar berbagi margin pemasaran dengan mengikuti saluran pemasaran. Penelitian juga menunjukkan hal itu Pasar kopi dapat dikategorikan sebagai pasar olygopsonistik terutama pada tingkat pedagang grosir.

               Penelitian ini dilakukan di desa Babakan Baru dan Air Bening merupakan desa penghasil produksi kopi yang tinggi di kecamatan Bermani Ulu Raya kabupaten Rejang Lebong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Populasi yang dijadikan responden dalam penelitian ini dilakukan mereka yang mempunyai perkebunan kopi dan mengolah sendiri di desa-desa yang terpilih sebagai desa penelitian. Ada satu pola saluran pemasaran kopi yang umum di kecamatan Bermani Ulu Raya yaitu saluran pemasaran untuk konsumsi didaerah produksi yaitu untuk pasar eceran lokal dan industri pengolah didaerah produksi, berikut pola saluran pemasaran kopi dari hulu ke hilir:

 

Petani Kopi à Pedagang Pengumpul Desa à Pedagang Besar à Konsumen

 

Dapat diketahui bahwa pedagang pengumpul desa dan pedagang besar mengeluarkan biaya pemasaran seperti biaya transportasi, penyusutan, tenaga kerja, pengemasan dan penyusutan kopi.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menelusuri Wisata Bahari Lamongan (WBL)