Konsep Inti STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning)

Konsep Inti STP (Segmentasi, Targeting, dan Positioning)

 

Konsep inti pemasaran strategi modern terdiri atas tiga langkah pokok yaitu Segmentasi, Targeting, Positioning. Ketiga langkah ini sering disebut STP (Segmentasi, Targeting, Positioning). Hal ini berlaku untuk berbagai jenis produk baik barang maupun jasa, juga cara pemasarannya baik offline maupun online. Hal ini menyangkut perencanaan, tindakan dan pengaplikasian pemasaran dari produk yang akan anda pasarkan dengan terlebih dahulu menganalisis keadaan umum perusahaan baik internal maupun eksternal. Langkah pertama yakni mengidentifikasi/merencanakan dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk. Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran, yakni tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki atau di layani. Dan langkah ketiga adalah positioning, yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat pokok yang istimewa dari produk di dalam pasar.

Konsep Nilai Pelanggan

Nilai pelanggan (Customer Value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Nilai pelanggan merupakan penilaian keseluruhan konsumen terhadap utilitas sebuah produk berdasarkan persepsinya terhadap apa yang diterima dan apa yang diberikan. Nilai pelanggan adalah tradeoff antara persepsi pelanggan dengan terhadap kualitas atau manfaat produk dan pengorbanan yang dilakukan lewat harga yang dibayarkan.

Macam-Macam Pedagang Dalam Pasar Dan Pengertiannya

1. Pedagang Besar / Distributor / Agen Tunggal
Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung. Pedagang besar biasanya diberikan hak wewenang wilayah / daerah tertentu dari produsen. Contoh dari agen tunggal adalah seperti ATPM atau singkatan dari agen tunggal pemegang merek untuk produk mobil. 

2. Pedagang Menengah / Agen / Grosir
Agen adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal yang biasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan / perdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor. Contoh seperti pedagang grosir beras di pasar induk kramat jati.

3. Pedangan Eceran / Pengecer / Peritel
Pengecer adalah pedangan yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran. Contoh pedangang eceran seperti alfa mini market dan indomaret.

4. Importir / Pengimpor
Importir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari luar negeri ke negaranya. Contoh seperti import jeruk lokam dari Cina ke Indonesia.

5. Eksportir / Pengekspor
Exportir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari dalam negara ke negara lain. Contoh seperti ekspor produk kerajinan ukiran dan pasir laut ke luar negeri.

 

Pengertian Dan Strategi Pemasaran Lokal / Nasional

Pemasaran lokal adalah strategi pemasaran yang menargetkan calon-calon Pelanggan di lokasi-lokasi spesifik tertentu dengan tujuan meningkatkan kesadaran warga sekitar mengenai adanya sebuah bisnis dalam daerah mereka. Pendeknya, pemasaran lokal merupakan pemasaran yang ditujukan pada pasar lokal. Keuntungan besar yang bisa Anda dapatkan dari strategi pemasaran ini adalah kemampuan menarik Pelanggan yang tepat dan berarti. Saat Anda menargetkan pemasaran Anda secara khusus untuk pasar lokal, calon-calon Pelanggan yang Anda akan jangkau merupakan orang-orang yang memang benar-benar sedang mencari produk bisnis anda, memiliki maksud untuk membeli, dan berada dalam daerah bisnis yang anda rintis sekarang. Nah dengan strategi pemasaran lokal, Anda dapat menarik orang-orang tersebut untuk memesan dari Anda. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa anda lakukan untuk memaksimalkan pemasaran lokal dalam bisnis anda:

       1. Tambahkan informasi lokasi tempat bisnis di media social

2.   2. Lengkapi daftar Google dalam bisnis yang sedang dijalani agar lebih dijangkau oleh masyarakat luas

3.       3. Dapatkan review-review dari Pelanggan lokal

4.      4. Jadilah seperti orang lokal

Pengertian Dan Manfaat Pemasaran Internasional

Pemasaran Internasional adalah kegiatan Pemasaran yang melewati batas-batas lebih dari satu negara. Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai Negara. Pemasaran internasional adalah kegiatan memasarkan barang atau produk ke luar suatu negara dengan target pasar-pasar di luar negara tersebut. Dalam pemasaran internasional banyak hal yang harus diperhatikan dan memerlukan konsep bisnis yang matang dan terstrategi.

Pemasaran internasional diperlukan usaha di suatu perusahaan jika perusahaan tersebut ingin mengembangkan strategi pemasaran yang cukup luas secara internasional. Tentunya perusahaan tidak ingin stuck dalam aktivitasnya bukan hanya dalam pemasaran, namun juga dalam operasional dan untuk mendapatkan profit yang lebih dalam menjangkau target pasar. Dalam pemasaran internasional ini, untuk mencapai pemasaran yang lebih luas suatu perusahaan juga tidak mengabaikan pemasaran lokal terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa manfaat pemasaran internasional :

1.    1. Bisa mendapatkan barang atau jasa produk yang dijual tersebut ke berbagai kalangan Negara ke Negara lain yang awalnya tidak bisa menghasilkan jumlah banyak dan mendapatkan hasil yang sangat melimpah, bahkan tidak hanya itu saja, namun bisa menjaring ataupun memperluas pasar agar memperoleh keuntungan yang lumayan besar.

2.    2. Dapat memungkinkan manajemen bisnis serta strategi bisnis lebih efektif dan efisien lagi, pastinya akan lebih memahami secara dalam tentang produksi teknologi modern masa kini.

3.    3. Bisa memperlancar dalam pertumbuhan ekonomi Negara tersebut lebih berkembang pesat lagi dan memudahkan dalam proses perdagangan.

4.    4. Mampu menambah devisa Negara dalam hal seperti hasil ekspor Negara tersebut.

5.    5. Bisa memberikan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi sehingga bisa dibutuhkan oleh kalangan orang yang sedang menganggur dan ingin melamar pekerjaan.

6.    6. Terjalinnya hubungan baik terhadap kedua belah pihak Negara yang sedang melakukan transaksi perdagangan internasional.

Perbedaan Antara Pemasaran Domestik dan Internasional

Perbedaan signifikan antara pemasaran domestik dan internasional dijelaskan di bawah ini:

  1. Kegiatan produksi, promosi, periklanan, distribusi, penjualan, dan kepuasan pelanggan di negara sendiri dikenal sebagai Pemasaran dalam negeri. Pemasaran internasional adalah ketika kegiatan pemasaran dilakukan di tingkat internasional.
  2. Pemasaran domestik melayani area kecil, sedangkan pemasaran internasional mencakup area yang luas.
  3. Dalam pemasaran domestik, ada pengaruh pemerintah kurang dibandingkan dengan pemasaran internasional karena perusahaan harus berurusan dengan aturan dan peraturan dari banyak negara.
  4. Dalam pemasaran domestik, operasi bisnis hanya dilakukan di satu negara. Di sisi lain, dalam pemasaran internasional, operasi bisnis dilakukan di beberapa negara.
  5. Dalam pemasaran internasional, ada keuntungan bahwa organisasi bisnis dapat memiliki akses ke teknologi terbaru dari beberapa negara yang tidak ada dalam hal negara domestik.

Seperti yang sudah kita bahas bahwa konsep inti pemasaran strategi modern terdiri atas tiga langkah pokok yaitu :

A.   Segmentasi Pasar (Segmenting / Segmentation)

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam homogen dalam segala aspek. Pemasar memandang suatu pasar tertentu terdiri dari banyak bagian yang lebih kecil yang masing-masing bagian memiliki karakterisktik tertentu yang sama (dalam bagian tersebut). Berdasarkan segmentasi tersebut, kemudian perusahaan berusaha mengembangkan program-program pemasar yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen. Berikut dipaparkan poin-poin apa saja dalam membuat segmentasi :

1. Demografis

Tentukan segmentasi brand dan produk pada pemasaran STP dengan memilah target konsumen berdasarkan kategori umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, status perkawinan, dan pekerjaan.

2. Psikografis

Tahapan psikografis ialah tahapan membuat segmentasi pada STP marketing yang bertujuan untuk mengenal target audience-mu lebih rinci, termasuk kebiasaan dan kecenderungan saat transaksi jual beli. Untuk mengetahui  kelas sosial, gaya hidup, hobi, hingga ketertarikan konsumen atau calon konsumenmu pada tren tertentu.

3. Geografis 

Penting untuk mengetahui domisili tiap target konsumen saat membuat segmentasi pemasaran STP seperti negara, kota, desa, hingga perumahan. Hal ini dapat memudahkan untuk mengenal budaya dan cara berkomunikasi mereka. Dengan begitu, akan lebih maksimal dalam membuat iklan produk yang nantinya kamu jual.

4. Kepercayaan

Dalam mengenali segmentasi, kepercayaan dari target audience adalah kunci. Kepercayaan di sini meliputi agama, politik, kebudayaan, serta nilai-nilai kehidupan. Memahami aspek ini berguna untuk menghasilkan pesan yang tepat dan mudah dicerna.

B.   Menentukan Target atau Sasaran (Targeting)

Setelah mengetahui segmentasi pasar, tahap selanjutnya dalam STP marketing adalah menentukan segmentasi mana yang akan menjadi sasaran pemasaran. Pertimbangkan peluang dari setiap segmentasi dan sumber daya yang kita punya. Tak lupa untuk melakukan analisis terhadap potensi target pelanggan agar terus berkembang. Pastikan agar tidak mengurangi target keuntungan, hanya karena target segmentasi kamu terbilang kecil. Pertimbangkan juga potensi keuntungan serta risiko dari setiap segmentasi yang akan dijadikan target. Lalu, bandingkanlah hal-hal tersebut pada setiap segmentasi. Jika perlu, gunakan survei demi mengetahui keadaan pasar, jadi dapat mengurangi risiko kesalahan dan kegagalan. Untuk melakukan langkah ini harus berpikir secara realistis. Harus mengevaluasi potensi dan daya tarik dari segi komersial pada masing-masing segmen yang telah dikelompokkan tadi. Dengan begitu kita bisa melihat kesesuaian antara sumber daya yang dimiliki dengan target segmen yang dinilai paling potensial membawa keuntungan bagi brand dan perusahaan. 

Dalam menentukan sasaran, terdapat beberapa pilihan pola yang dapat dijadikan dasar pemilihan, yaitu:

  • Single Segment Cocentration (fokus pada satu segmentasi)
  • Selective Specialization (pemilihan beberapa segmentasi berdasarkan keunggulan tertentu)
  • Product Specialization (pemilihan berdasarkan produk khusus)
  • Market Specialization (fokus menyediakan kebutuhan dalam kelompok tertentu)
  • Full Market Coverage (semua kelompok)

C.   Memposisikan Produk (Positioning)

Langkah terakhir dalam STP marketing adalah positioning. Dalam tahap ini, saatnya kamu menentukan cara memposisikan brand dan produkmu kepada sasaran segmentasi. Pada tahap ini, kamu bisa menentukan model marketing mix yang paling efektif. Pertimbangkan alasan dasar atau key factor yang membuat pelanggan kamu condong membeli produkmu dibandingkan dengan kompetitor. Lalu, identifikasi porsi keunikan jualan dari produk serta buat peta positioning untuk menganalisis bagaimana setiap segmentasi melihat brand dan produkmu. Setelah itu, perhatikanlah keinginan dan kebutuhan dari sasaran pemasaran tersebut. Kamu harus paham bahwa proposisi nilai produkmu mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan positioning :

1.    Tawarkan solusi.

Periksa kembali kebutuhan dan potensi masalah atau hambatan dari masing-masing segmentasi target pasar kamu tadi. Dengan mengetahui hambatan atau potensi masalah yang dihadapi kamu pun bisa merancang pesan yang tepat tentang bagaimana produk atau layananmu dapat menyelesaikan masalah mereka secara lebih efektif.

2.    Identifikasi Unique Selling Proposition (USP).

Temukan jawaban yang tepat dari pertanyaan mengapa pelanggan harus membeli dan menggunakan produk atau layanan kamu tersebut? Pikirkan penawaran yang bisa kamu berikan dan tidak dapat ditemukan pada kompetitor lain.

3.    Kembangkan kampanye pemasaran yang spesifik

pada segmentasi target pasar. Pastikan kamu memberi penawaran menarik yang sulit untuk mereka tolak. 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menelusuri Wisata Bahari Lamongan (WBL)