Bauran Pemasaran (Price atau Harga)
Bauran Pemasaran (Price atau Harga)
Konsep Penetapan Harga
Penetapan harga adalah proses menetapkan
nilai yang akan diterima produsen dalam pertukaran jasa dan barang. Metode
pricing dilakukan untuk menyesuaikan biaya yang ditawarkan produsen yang sesuai
dengan produsen dan pelanggan. Konsep penetapan harga yang dipakai terdapat 6
tahap antara lain sebagai berikut :
1.
Mengestimasikan Permintaan
Untuk Barang Tersebut
Dalam tahap pertama
ini, penjual membuat estimasi permintaan barangnya secara total. Hal ini lebih
mudah dilakukan terhadap permintaan barang yang ada dibandingkan dengan
permintaan barang baru. Pengestimasian permintaan tersebut dapat
dilakukan dengan :
a. Menentukan
harga yang diharapkan (expected price), yaitu harga yang diharapkan dapat
diterima oleh konsumen; dan ini dapat ditentukan dengan menggunakan
ancar-ancar, misalnya Rp. 250,- dan Rp 300,- atau tidak lebih dari Rp.300,-.
b.
Mengestimasikan volume penjualan pada berbagai tingkat
harga. Hal ini menyangkut pula pertimbangan tentang masalah elastisitas
permintaan suatu barang. Barang yang mempunyai permintaan pasar elastis,
biasanya akan diberi harga lebih rendah dari barang yang mempunyai permintaan
inelastis. Mengestimasikan volume penjualan pada berbagai tingkat harga yang
berbeda adalah penting juga dalam hubungannya dengan penentuan titik pas-pasan
(break-even point), yang akan dibahas kemudian pada bab 10.
2.
Mengetahui Lebih Dulu Reaksi Dalam Persaingan
Kondisi persaingan
sangat memperngaruhi kebijaksanaan penentuan harga bagi perusahaan atau penjual.
Oleh karena itu penjual perlu mengetahui reaksi persaingan yang terjadi di
pasar serta sumber-sumber penyebabnya. Adapun sumber-sumber persaingan yang ada
dapat berasal dari :
·
Barang sejenis yang dihasilkan oleh perusahaan lain
·
Barang pengganti atau
subsitusi
·
Barang-barang lain yang dibuat oleh perusahaan lain yang
sama-sama menginginkan uang konsumen
3. Menentukan
Market Share Yang Dapat Diharapkan
Perusahaan yang agresif
selalu menginginkan market share yang lebih besar. Kadang-kadang, perluasan
market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan dan bentuk lain dari
persaingan bukan harga, disamping dengan harga tertentu. Market share yang
diharapkan tersebut akan dipengaruhi oleh kapasitas produksi yang ada, biaya
ekspansi, dan mudahnya memasuki persaingan.
4. Memilih
Strategi Harga Untuk Mencapai Target Pasar
Dalam hal ini penjual dapat
memilih diantara dua macam strategi harga yang dianggap paling ekstrim, yaitu :
(a) skim-the cream-pricing, dan (b) penetration pricing. Strategi tesebut
biasanya dipakai untuk memasarkan barang baru.
a.
Skim-the cream pricing
Skim-the
cream pricing atau skimming pricing merupakan strategi penetapan harga yang
setinggi-tingginya. Harga yang tinggi tersebut dimaksudkan untuk menutup biaya
penelitian, pengembangan, dan promosi. Strategi ini sesuai dengan barang-barang
baru sebab :
·
Pada tahap permulaan permintaannya masih sangat inelastic
karenasaingan masih sangat sedikit.
·
Dapat membagi pasar berdasarkan tingkat penghasilan,
yaitu menjual barang baru tersebut pada segmen pasar yang berpenghasilan
tinggi.
·
Dapat pula berfungsi untuk menjaga-jaga terhadap
kekeliruan dalam penetapan harga.
·
Harga perkenalan yang tinggi dapat memberikan penghasilan
dan laba yang tinggi pula
·
Harga yang tinggi dapat dipakai untuk membatasi permintaan
terhadap batas-batas kapasitas produksi dalam perusahaan.
b.
Penetration pricing
Penetration pricing merupakan strategi penetapan harga
yang serendah-rendahnya, yang bertujuan untuk mencapai volume penjualan
sebesar-besarnya dalam waktu yang relatif singkat. Dibandingkan
dengan skim-the cream pricing strategi ini lebih agresif dan dapat memperkuat
kedudukan perusahaan dalam persaingan.
5. Mempertimbangkan
Politik Pemasaran Perusahaan
Tahap
selanjutnya dalam prosedur penentuan harga adalah mempertimbangkan politik
pemsaran perusahaan dengan melihat pada barang, system distribusi, dan program
promosinya. Perusahaan tidak dapat menentukan harga suatu barang tanpa
mempertimbangkan barang lain yang di jualnya. Demikian pula dalam saluran
distribusinya, harus diperhatikan ada atau tidaknya penyalur yang juga menerima
sebagian dari harga jual. Bilama tanggung jawab promosi dilimpahkan pada
penyalur, maka marjin yang akan diterima produsen menjadi lebih tinggi.
6. Memilih
Harga Tertentu.
Tujuan
Penetapan Harga
Pada umumnya penjual
mempunyai beberapa tujuan dalam penetapan harga
produksinya. Tujuan tersebut antara lain :
1. Mendapatkan laba maksimum
Dalam praktek, terjadinya harga
memang ditentukan oleh penjual dan pembeli. Makin besar daya beli konsumen,
semakin besar pula kemungkinan bagi penjual untuk menetapkan tingkat harga yang
lebih tinggi. Dengan demikian penjual mempunyai harapan untuk mendapatkan
keuntungan maksimum sesuai dengan kondisi yang ada.
2. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada
penjualan bersih
Harga yang dapat dicapai dalam
penjualan dimaksudkan pula untuk menutup investasi secara berangsur-angsur.
Dana yang dipakai untuk mengembalikan investasi hanya bisa diambilkan dari laba
perusahaan, dan laba hanya bisa doperoleh bilamana harga jual lebih besar dari
jumlah biaya seluruhnya.
3.
Mencegah atau mengurangi persaingan
Tujuan mencegah atau mengurangi persaingan dapat dilakukan melalui
kebijaksanaan harga. Hal ini dapat diketahui bilamana para penjual menawarkan barang dengan
harga yang sama. Oleh karena itu persaingan hanya mungkin dilakukan tanpa
melalui kebijaksanaan harga, tetapi dengan servis lain. Persaingan seperti itu
disebut persaingan bukan harga (non-price competition).
4. Mempertahankan atau memperbaiki market
share
Memperbaiki market share hanya mungkin
dilaksanakan bilamana kemampuan dan kapasitas produksi perusahaan masih cukup
longgar, disamping juga kemampuan di bidang lain seperti bidang pemasaran,
keuangan, dan sebagainya. Dalam hal ini harga merupakan factor yang penting.
Bagi perusahaan kecil yang mempunyai kemampuan sangat terbatas, biasanya
penentuan harga ditujukan untuk sekedar mempertahankan market share. Perbaikan
market share kurang diutamakan, lebih-lebih apabila persaingan sangat ketat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Harga
Berikut ada beberapa faktor yang
mempengatuhi penetapan harga antara lain :
1.
Faktor Product Life Cycle
·
Tahap
Perkenalan (introduction) ; Ini tahapan pertama produk
baru, sehingga belum ada target konsumen, dan produk belum dikenal sehingga
diperlukan penetapan harga produk secara khusus untuk membuat produk diterima
dan dikenal konsumen.
·
Tahap
Pertumbuhan (growth) ; Pada
tahap pertumbuhan, produk mulai dikenal konsumen, terjadi peningkatan volume
penjualan dan laba juga akan meningkat pesat dan biasanya dibarengi dengan
promosi yang kuat, dan permintaan pasar akan meningkat juga, sehingga harga
yang telah ditetapkan juga harus ditingkatkan.
·
Tahap
Kedewasaan (maturity) ; Ini adalah saat produk berada
pada titik jenuh, hal ini ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada
sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang
mulai menurun.
·
Tahap
Penurunan (decline) ; Pada kondisi decline,
penjualan produk mulai turun, karena konsumen mulai beralih ke produk
subtitusi, sehingga jumlah keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan
menurun drastis atau perlahan turun.
2.
Faktor Penawaran Dan
Permintaan
Secara konsep,
permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli pada tingkat harga tertentu,
di mana umumnya tingkat harga yang lebih rendah akan mengakibatkan jumlah
permintaan akan lebih besar. Sedangkan penawaran adalah suatu jumlah yang
ditawarkan oleh penjual pada suatu tingkat harga tertentu, dimana umumnya harga
yang lebih tinggi akan mendorong jumlah yang penawaran lebih besar. Harga yang
terjadi adalah harga pada titik pertemuan antara harga permintaan dan harga penawaran.
Karena hukum permintaan dan penawaran saling
bertolak belakang, maka harga yang terbentuk adalah berdasarkan hasil permintaan
dan penawaran tersebut, dimana konsumen dan penjual sama-sama mendapat
keuntungan.
3.
Faktor Elastisitas
Permintaan
Faktor lain yang dapat
mempengaruhi penentuan penetapan harga produk adalah sifat permintaan pasar,
di mana sebenarnya sifat permintaan pasar ini tidak hanya mempengaruhi
penentuan penetapan harga produk / penetapan harga jual saja, tetapi juga
mempengaruhi volume penjualan barangnya. Untuk beberapa jenis barang, harga dan
volume penjualan ini berbanding terbalik, artinya jika terjadi kenaikan harga
maka penjualan akan menurun dan sebaliknya. Untuk permintaan yang bersifat
in-elastic, maka perubahan harga akan mengakibatkan
perubahan volume penjualan menjadi lebih kecil. Jika permintaan bersifat elastic,
maka perubahan harga akan menyebabkan perubahan volume penjualan dalam
perbandingan yang lebih besar. Apabila permintaan bersifat unitary elasticity,
maka perubahan harga akan menyebabkan perubahan volume penjualan dalam proporsi
yang mendekati sama.
4.
Faktor Persaingan
Pasar
Harga jual
beberapa barang seringkali dipengaruhi oleh persaingan yang ada di pasar,
di mana sering sekali seorang penjual menurunkan atau menaikkan harga jual
produknya, saat mengetahui kompetitor menaikkan atau menurunkan harga jual produknya.
Dalam persaingan pasar terdapat 2 jenis pasar yaitu pasar persaingan sempurna
dan pasar persaingan tidak sempurna.
5.
Faktor Biaya
Produksi Dan Pemasaran
Biaya produksi adalah akumulasi dari semua
biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan untuk
menghasilkan suatu produk atau barang. Berikutnya adalah biaya operasional di
mana biaya operasional merupakan biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan
untuk mendukung sistem kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Sedangkan biaya pemasaran secara singkat adalah biaya
yang dibutuhkan untuk membuat produk sampai di konsumen, yang meliputi:
·
Biaya persiapan dan pembentukan
produk;
meliputi biaya riset pasar untuk mendapatkan profile pasar, menyusun formula
produk, dan juga biaya untuk trial dan sampling produk.
·
Biaya Launching produk, saat
produk pertama kali rilis, perusahaan akan melakukan serangkaian aktivitas
untuk mengenalkan produk di pasar, karena biasanya proses launching akan
membutuhkan waktu tersendiri.
·
Biaya penjualan dan distribusi, adalah
biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk sampai ditangan konsumen, termasuk
didalamnya biaya operasional sales team, distribution team, warehousing, dan
lain-lain.
·
Biaya promosi, adalah
biaya untuk aktivitas pull dan push program, dalam upayanya untuk mencapai
target penjualan.
·
Biaya komunikasi pemasaran, adalah
biaya untuk serangkaian komunikasi untuk mengenalkan brand, aktivasi produk dan
merek, membangun merek, aktivasi outlet, iklan, dan lain-lain.
·
Biaya Informasi dan pasca
penjualan, adalah
biaya yang digunakan untuk memberi informasi tentang segala sesuatu tentang
produk beserta aktivitasnya, dan biasa pasca penjualan adalah biaya yang muncul
untuk serangkaian aktivitas pasca penjualan, seperti handling complain, return
allowance, dan aktivitas untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kepuasan
pelanggan akan produk tersebut.
Metode
Penetapan Harga
Secara umum, terdapat 4 metode untuk
menetapkan harga yaitu :
1. Berbasis Permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang memengaruhi
selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan pelanggan untuk
membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku konsumen secara umum.
2. Berbasis Biaya
Faktor penetapan yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya dan
bukan aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya produksi dan
pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga menutupi biaya
langsung, overhead, dan
juga laba/rugi.
3. Berbasis Laba
Penetapan yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan.
Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (berdasarkan
target keuntungan), target return on sales pricing (berdasarkan
penjualan) dan target return on investment pricing sebuah perusahaan.
4. Berbasis Persaingan
Penetapan yang
dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan pesaing. Metode ini memiliki 3
pendekatan melalui sistem penjualan di bawah harga normal pesaing untuk menarik
konsumen, menyamakan harga agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi
harga lebih tinggi dari pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka
tawarkan memiliki kualitas lebih baik.
Monitor
Pergerakan Harga
1.
Tren
Tren didefinisikan sebagai kecenderungan harga untuk bergerak dalam satu arah. Secara sederhana, tren dibedakan menjadi 3 macam:
·
Uptrend, yaitu pergerakan harga yang naik secara bertahap.
·
Downtrend, yaitu pergerakan harga yang menurun secara bertahap.
·
Ranging atau Sideways, yakni saat harga menunjukkan konsolidasi akibat adanya
tarik-menarik antara pihak seller vs. buyer. Pada kondisi ini, arah tren sulit untuk diketahui karena
harga hanya bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu.
2.
Volatilitas
Besarnya jarak antara fluktuasi (naik turunnya) harga secara periodik disebut volatilitas. Volatilitas tinggi
berarti harga naik tinggi dengan cepat lalu tiba-tiba turun dengan cepat pula,
sehingga memunculkan selisih sangat besar antara harga terendah dan harga
tertinggi dalam suatu waktu. Di sisi lain, volatilitas yang lebih rendah
berarti nilai tukar tidak banyak berfluktuasi, dan perubahannya cenderung kecil
dari waktu ke waktu.
3.
Momentum
Momentum ini ada hubungannya dengan tren pada poin pertama di
atas. Agar tidak salah atau telat entry, maka kita perlu tahu dulu kekuatan tren yang sedang terjadi. Kekuatan inilah yang dinamakan momentum. Dengan bantuan
momentum, kita dapat mengetahui apakah tren akan berlanjut (momentum menguat)
atau justru berbalik (ditandai dengan melemahnya momentum).
4.
Kekuatan Pasar
Intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah
harga, dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam
pelaku pasar, disebut kekuatan pasar atau sentimen pasar. Dalam pasar forex,
sentimen ini berpengaruh cukup signifikan terhadap kondisi pasar yang sedang diperdagangkan. Sentimen yang negatif biasanya akan melemahkan pasar,
sementara sentimen positif cenderung memperkuat pergerakan harga di pasar.
5.
Support Resistance
Ketika para trader menganggap level harga saat ini sudah
terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dan melakukan profit-taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah
mencapai level tinggi tertentu, atau biasa disebut sebagai Resistance. Sebaliknya, ada level harga yang oleh para trader dianggap
sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan melakukan profit-taking. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik dari suatu
level yang dikenal sebagai Support.
6.
Siklus
Yaitu kecenderungan harga pasar untuk bergerak dalam pola
siklus tertentu. Salah satu teori analisa yang mengulas pola pergerakan
harga dalam siklus tertentu adalah Elliot Wave. Di sini, harga dipetakan dalam
5 gelombang utama dan 3 gelombang koreksi. Jika harga sudah membentuk semua
gelombang-gelombang tersebut, maka trennya akan berlanjut.
Komentar
Posting Komentar