Potensi Dan Peluang Ekspor

Potensi Dan Peluang Ekspor

 

Konsep Keunggulan Kompetitif Produk

Keunggulan kompetitif (competitive advantage) adalah kemampuan perusahaan untuk memiliki kinerja yang jauh lebih tinggi dan unggul dibandingkan kompetitor dalam industri sejenis melalui karakteristik dan sumber daya yang dikelola secara maksimal.

1.    Harga

Penetapan harga kompetitif (competitive pricing) adalah strategi penetapan harga di mana perusahaan menggunakan pesaing atau rata-rata industri sebagai benchmark untuk menetapkan harga. Mereka mungkin akan menetapkan harga yang lebih tinggi, di sekitar, atau lebih rendah daripada rata-rata pesaing. Jadi, tugas pertama adalah perusahaan mengumpulkan dan meneliti informasi tentang harga yang pesaing kenakan pada produk mereka.

Cara kerja penetapan harga kompetitif yaitu dengan cara menggunakan harga pesaing sebagai acuan (benchmark), maka perusahaan harus memiliki informasi tentang itu. Mereka mungkin tidak hanya sebatas membuat daftar harga, tetapi juga terkait dengan produk itu sendiri (baik tentang kualitas atau fiturnya). Itu memberi mereka wawasan tentang alasan mengapa pesaing mengenakan harga yang relatif tinggi atau rendah dan mengapa konsumen menyukainya (atau tidak). Dari situ, perusahaan selanjutnya memilih titik harga strategis. Maksud saya, perusahaan menentukan harga di mana mereka mendapatkan keuntungan terbaik berdasarkan pertimbangan produk atau layanan relatif terhadap persaingan. 

Jenis penetapan harga kompetitif, Secara umum, ketika menggunakan harga pesaing sebagai basis referensi, perusahaan memiliki tiga pilihan untuk menetapkan harga:

·         Harga di atas rata-rata pesaing, terdapat beberapa cara untuk mendiferensiasi seperti : memberikan kualitas yang lebih baik, menyediakan layanan pelanggan yang unggul, dan membenamkan teknologi terbaru

·         Harga setara atau di sekitar rata-rata pesaing, strategi ini biasanya berlangsung di pasar yang kompetitif. mereka akan mengambil harga pasar sebagai dasar harga jual produk mereka.

·         Harga di bawah rata-rata pesaing, tujuannya biasanya adalah untuk memperoleh penjualan yang tinggi dan merebut pangsa pasar pesaing. 

2.    Kualitas

Pengertian kualitas kompetitif atau kualitas bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.

Adapun beberapa hal yang menjadi manfaat keunggulan kompetitif, diantaranya sebagai berikut:

·         Membuat suatu perusahaan dapat merebut dan mempertahankan posisinya sebagai market leader.

·         Dapat mendukung kesuksesan suatu perusahaan dalam jangka waktu yang lama karena sifatnya keunggulan kompetitif tidak mudah ditiru.

·         Merupakan salah satu cara mengelola bisnis UKM agar sukses.

·         Dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan menempatkan strategi-strategi generik ke dalam praktik.

·         Dapat menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.

3.    Biaya Produksi

Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh fakto-faktor  produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan prusahaan tersebut . biaya produksi yang dikeluarkan setiap perusahaan dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu: biaya eksplisit dan biaya tersembunyi . biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan. Sedangkan biaya tersembunyi adalah tafsiran pengeluran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Pengeluaran yang tergolong sebagai biaya tersembunyi antara lain adalah pembayaran untuk keahlian keusahawanan produsen tersebut, modalnya sendiri yang digunakan dalam perusahaan, dan bangunan perusahaan yang dimiliki. Cara menaksir pengeluaran seperti itu adalah dengan melihat pendapatan yang paling tinggi yang diperoleh apabila produsen itu bekerja di perusahaan lain, modalnya dipinjamkan atau diinvestasikan dan kegiatan lain, dan bangunan yang dimilikinya,disewakan kepada orang lain.

 

Ciri-Ciri Pasar Potensial Dengan Pendekatan Permintaan Dan Penawaran

1.    Pendekatan Permintaan

Satu cara terbaik untuk dapat mengetahui kondisi maupun potensi yang dimiliki pangsa pasar tertentu adalah dengan melakukan pendekatan permintaan. Metode ini menekankan mengenai kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan. Sebagai contoh, masyarakat yang berada dalam wilayah pedesaan banyak yang pergi menuju kota hanya untuk membeli pakaian. Bisa diartikan jika masyarakat desa mungkin tak memperoleh pakaian yang sesuai dengan selera mereka di desa atau tidak dapat menemukannya di wilayah mereka. Melalui pendekatan dan pengamatan ini, maka diperoleh kesimpulan jika desa merupakan sebuah peluang usaha yang bagus untuk membangun bisnis pakaian yang sesuai dengan selera mereka sekaligus harganya pun berbeda dengan harga pakaian di kota. Anda bisa mengetahui permintaan itu dari total kebutuhan, jumlah konsumen serta target pasarnya. Melalui pendekatan permintaan ini dapat diketahui ciri-ciri jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, dan Total kebutuhan pertahun.

2.    Pendekatan Penawaran

Untuk pendekatan penawaran ini berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik itu jasa maupun produk dan aktivitas lainnya. Dari sinilah Anda akan mulai mencari pasar yang membutuhkannya. Disini Anda harus memahami betul keinginan maupun tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sebelum melakukan sebuah bisnis, maka sebaiknya Anda mengetahui apakah daya beli masyarakat terhadap bisnis Anda akan sejalan, apakah mereka mampu membelinya, bagaimana kualitas produk Anda dengan yang jenis produk sejenis, apa yang menjadi kelebihan dari bisnis Anda dan sebagainya. Hal itulah yang harus Anda lakukan dan pahami dengan benar sehingga mampu dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan usaha. Dengan melakukan pendekatan ini, maka secara tidak langsung Anda akan mengetahui tingkat pesaing lainnya. Melalui pendekatan penawaran ini wirausaha juga dapat mengidentifikasi atau mengetahui  ciri-cirinya dengan cara melihat banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

 

Ciri Dan Teknis Menentukan Ceruk Pasar

Strategi ceruk pasar (niche market) adalah rencana bisnis yang fokus pada peluang usaha untuk menggapai satu kelompok konsumen dan satu segmen populasi yang terdefinisi dengan baik. Mulai dari kisaran harga, kualitas produksi yang sesuai dengan demografi target konsumen. Hal yang harus menjadi catatan bahwa terkadang ceruk pasar itu adalah buatan atau rekayasa dengan mengidentifikasi kebutuhan kelompok masyarakat tertentu.

Selain itu ceruk pasar tidak hanya berarti pasar yang lebih kecil. Akan tetapi terkadang adalah rekayasa dan buatan sebuah brand dengan bantuan tim pemasaran. Peran tim pemasaran pada proses ini adalah untuk membuat konsumen sadar bahwa produk ini adalah jawaban dari sesuatu kebutuhan yang sebelumnya belum mereka sadari. Seperti saat Apple menciptakan sebuah kategori produk baru yaitu smartphone. Salah satu kunci sukses iPhone adalah dengan menggabungkan fungsi pemutar musik, telefon genggam, dan komputer. Dengan menguasai ceruk pasar tersebut perusahaan dapat menguasai segmen khusus tersebut dan memonopoli harga karena dengan kekuasaan dan ketenaran tersebut, seperti jejak langkah perusahaan besar. Hal ini merupakan salah satu manfaat ceruk pasar karena tidak ada atau sedikit kompetisi di bawah segmen itu. Berikut merupakan cara untuk menentukan ceruk pasar :

1.    Temukan Keunggulan dan Daya Tarik Produk

Mulai dengan mempertimbangkan apa yang akan ditawarkan dan apa yang yang menjadi kelebihan produk tersebut. Strategi pemasaran ini sangat berperan dalam kekuatan dan perspektif unik sebuah produk.

2.    Melakukan Riset Untuk Mengetahui Peluang Pasar

Setelah memiliki gagasan tentang sebuah inovasi yang bisa menjadi peluang dari produk yang akan di promosikan. Validasikan bahwa itu adalah ide yang masuk akal. Lakukan analisis kompetitif untuk melihat apakah ada pesaing di ruang ini dan jika ada, apa yang sudah dilakukan merek-merek tersebut

3.    Kenali Calon Target Konsumen Lebih Dalam

Kenali dan identifikasi apa yang mereka inginkan dan butuhkan di saat ini atau masa depan. Mengenal calon konsumen dapat membantu mengembangkan sebuah produk atau cara menyampaikan pesan pada media promosi yang baik kepada mereka.

4.    Pilih Target Segmen Pasar dan Selalu Lakukan Evaluasi

 

Ciri-Ciri Produk Yang Marketable Untuk Di Ekspor

Berikut merupakan faktor-faktor produksi sehingga harapan produk yang marketable dapat terwujud yang biasa disebut dengan tahapan pengembangan produk antara lain sebagai berikut :

1.    Tahap Identifikasi Konsumen

Dewasa ini konsumen sangat tersegmentasi dengan berbagai variabel yang menyebabkan kebutuhan mereka sangat beraneka ragam dan seringkali bersifat unik. Oleh karena itu, pengembangan produk harus diarahkan menuju produk yang juga tercustomized untuk segmen-segmen tertentu. Dengan mengacu kepada dasar menghasilkan produk-produk yang tercustomized, diperlukan identifikasi konsumen yang lebih mendetail agar dapat diciptakan suatu pengembangan produk yang dapat lebih memuaskan konsumen. Pada tahapan identifikasi konsumen ini terdapat cara yaitu dengan dasar segmentasi konsumen yang mengidentifikasi karakteristik konsumen (geografis, demografis, dan psycographic.) dan perilaku konsumen. Selain itu pada tahapan ini juga mengidentifikasi mengenai evaluasi segmen yang menggunakan metode porter dan SWOT.

2.    Tahap Identifikasi Atribut

Atribut-atribut yang ada dalam suatu produk sehingga produk tersebut menjadi marketable antara lain :

·         Durability, Durability dapat dikatakan sebagai suatu alat pengukur keawetan dari suatu produk. Produk yang tidak cepat habis, aus, rusak ketika dipakai/dikonsumsi berarti mempunyai durability yang lama.

·         Feature, Feature adalah atribut yang muncul dari suatu produk yang diakibatkan bentuk fisik atau tampilan dari produk tersebut.

·         Performance, Kriteria atribut ini muncul dengan melihat performansi atau tampilan dari produk yang ada.

·         Serviceability, Atribut ini berhubungan dengan proses yang muncul pada pemakaian produk tersebut. Sebagai contoh; apabila suatu produk rusak, dimana dapat diperbaikinya.

·         Reliability, Reliability adalah ukuran keandalan dari suatu produk. Semakin andal suatu produk maka semakin ideal menurut konsumen.

·         Estetika, Atribut yang muncul berdasarkan nilai estetika antara lain keindahan yang ada dalam produk tersebut. Atribut ini sangat bergantung pada nilai estetika dalam diri konsumen.

3.    Tahap Identifikasi Peluang Perbaikan

Tahap identifikasi peluang perbaikan ini dilakukan dengan cara melakukan penskalaan atau pembobotan atas atribut-atribut yang telah ditentukan dalam tahap 2. Banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan penskalaan dan identifikasi peluan perbaikan, seperti : Thrustone’s Case V dan Green’s Successive Interval (DunnRankin, Peter:1983).

·         Metode Thrustone’s Case V Menurut Pastulat Thrustone, untuk setiap obyek psikologis :

-          Reaksi kita terhadap rangsangan adalah subyektif,

-          Pilihan kita atau preferensi untuk suatu obyek mungkin bervariasi dari satu ke yang lain.

Thrustone mengsumsikan bahwa reaksi terhadap rangsangan yang bervariasi memiliki distribusi normal. Reaksi yang sering terjadi (disebut reaksi modal) dalam distribusi normal tepat berada pada mean (rata-rata). Variansi disekitar mean akan sama untuk setiap obyek.

Metode Green Succeisive Categories. Metode Green Succeisive Categories adalah metode penskalaan dengan menggunakan succesive intervals untuk mengakomodasi item yang lebih banyak dibandingkan dengan teknik unidimensional lainya serta digunakan untuk mengestimasi jarak atau interval diantara kategori-kategori yang berurutan.

4.    Tahap Identifikasi Komponen Produk/Proses yang Berpotensi

Fokus pada tahap ini berbeda dengan fokus pada tahap-tahap sebelumnya. Apabila fokus tahap sebelumnya adalah konsumen (eksternal) what do they want. Maka fokus pada tahap ini adalah what do we do (yaitu: mengidentifikasikan proses yang akan diperbaiki). Proses Proses adalah segala hal yang digunakan dan dikerjakan pada aktivitas yang menambah nilai bagi konsumen. Wujud suatu proses bisa terdiri dari; menyelesaikan masalah, dan menambah keuntungan konsumen.

Proses yang akan diperbaiki harus diuraikan menjadi unit-unit yang lebih kecil. Unit terkecilnya dalah sistem yang didefinisikan dengan sangat baik. Elemen-elemen yang terdapat dalam sebuah proses adalah M’s, yaitu;

-          Methods

-          Materials

-          Machines

-          Men

5.    Tahap Perbaikan Proses dan Penyempurnaan

Perbaikan proses dan penyempurnaannya dapat didasarkan dari diagram ishikawa. Dari diagram ishikawa dapat diketahui proses-proses yang perlu diperbaiki sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi konsumen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menelusuri Wisata Bahari Lamongan (WBL)